Rabu, 09 Februari 2011

Kaisar QianLong, Kaisar Dinasti Qing Atau Kaisar DI Serial Putri HuanZHu (Kisah Kasiar QianLong)

Setelah menonton ulang film Putri HuanZhu II yang sempat booming dilayar kaca televisi pada tahun 1998 - 2002, saya menilik dan berpikir apa ada kaisar QianLong asli?? Apa kisah ini nyata?? setelah browsing, saya mendapat sesuatu. Yaitu ketika pertama kali Qiong Yao v(Penulis Huan Zhu Ge Ge) menulis cerita ini dalam novel, Qiong Yao ternyata berpikir mengapa jaman pemerintahan Kasiar QianLong mengadopsi seorang putri?? Apa Putri itu benar anak adopsi atau sebenarnya anak
kandung Kaisar. Dengan dasar pertanyaan itulah, Qiong Yao membuat novel yang kemudian didramakan dengan judul 'Huan Zhu Ge Ge' atau 'Putri HuanZhu'/'Princess Returning Pearl'/'My Fair Princess'.

Kembali ke topik, dengan alasan penasaran saya browsing tentang pernah adanya kaisar QianLong atau tidak (Maklum sejarah kurang). bermodalkan ponsel saya menemukan biografi kaisar QianLong. Saya semakin tertarik dengan kisah kaisar QianLong jaman dinasti Qing, inilah sekelumit cerita yang saya temukan....

Ada mitos dan legenda yang menyatakan bahwa Hongli (Nama Asli QianLong) sebenarnya adalah seorang Han dan bukan keturunan Manchu, selain itu ada juga yang menyatakan bahwa Hongli adalah keturunan setengah Han dan setengah Manchu. (Saya mendapat informasi katanya, dulu QianLong yang bersuku Han ditukar dengan keturunan QIng sewaktu bayi) Walaupun begitu, dari catatan sejarah, Hongli sangat dikagumi oleh Kakek dan Ayahnya yaitu Kaisar Kangxi dan Kaisar Yongzheng. Beberapa sejarawan berpendapat bahwa alasan utama Kaisar Kangxi menunjuk Yongzheng sebagai penerusnya karena Qianlong adalah cucu favoritnya. Dia merasa kepribadian dan watak Hongli sangat mirip dengan dirinya. Sebagai remaja, Hongli sangat ahli dalam hal seni bela diri, dan menunjukkan kemampuan yang luar biasa.

Setelah ayahnya menjadi Kaisar pada tahun 1722, Hongli menjadi Pangeran Bao. Seperti halnya paman - pamannya, Hongli terjerumus dalam pertikaian merebut tahta dengan saudara setengah kandung (sama ayah, beda ibu), Hongshi, yang mendapat banyak dukungan dari pejabat istana, seperti halnya Yinsi, Pangeran Lian. Sudah bertahun - tahun Yongzheng tidak menunjuk putera mahkota, tetapi banyak orang yang berpendapat bahwa Hongli adalah calon favoritnya. Hongli dikirim keluar istana dalam rangka inspeksi di wilayah selatan, dan dikenal sebagai negosiator yang handal serta pemimpin yang bijak. Dia juga terpilih sebagai kepala pengurus pemerintahan sementara, ketika ayahnya sedang berpergian keluar kota.

Hongli menikah dengan seorang wanita Manchu dari keluara Fucha yang kemudian menjadi Permaisuri Xiao Xian Chun pada saat Hongli menjadi Kaisar. Permaisuri Xian Chun adalah permaisuri pertama dan juga merupakan favorit Qianlong, sayang Xian Chun meninggal pada usia muda.

Walaupun Hongli belum diumumkan sebagai putera mahkota, orang banyak sudah mengetahui siapa yang akan menjadi Kaisar berikutnya. Hongli muda merupakan favorit kakeknya, Kaisar Kangxi dan juga ayahnya, Kaisar Yongzheng yang mempercayakan banyak hal penting kepadanya ketika Hongli masih sebagai seorang pangeran. Hongli juga diikutsertakan dalam diskusi penting mengenai strategi militer. Untuk menghindari krisis suksesi seperti masanya, Yongzheng menulis nama penerusnya, memasukkannya ke dalam kotak bersegel dan disimpan di belakang singgasana di istana Kemurnian Surga (Qianqing Gong 乾清宫). Nama tersebut akan diumumkan kepada anggota kerajaan lainnya dan segenap pejabat senior kerajaan pada saat Kaisar wafat. Yongzheng meninggal secara tiba - tiba pada tahun 1735, surat wasiat tersebut dikeluarkan dan dibacakan, dan Hongli menjadi Kaisar Tiongkok dari bangsa Manchu yang keempat. Dia memakai nama era Qianlong (乾隆), 乾 berarti surga, 隆 berarti kesejahteraan, dimana jika digabung artinya menjadi "Kesejahteraan Surgawi".

Ekspansi Wilayah
Xinjiang

Kaisar Qianlong adalah pemimpin militer yang sukses, dia melakukan ekspansi besar - besaran untuk menambah wilayah Dinasti Qing. Hal tersebut dilakukan bukan hanya dengan kekuatan Qing, tetapi juga karena menurunnya kekuatan orang - orang Asia tengah. Dibawah pimpinan Qianlong, kawasan orang Turki dikuasai Dinasti Qing dan diganti namanya menjadi Xinjiang, sedangkan disebelah barat, Ili ditaklukkan dan dibatasi. Penguasaan Xinjiang oleh Dinasti Qing dikarenakan oleh kekalahan dan kehancuran bangsa Dzungars, koalisi dari Mongolia barat yang menyebabkan masalah di perbatasan Qing sejak tahun 1680. Diantara tahun 1755 dan 1758, 80% dari populasi bangsa Dzungars, atau sekitar 480,000 dan 800,000 orang terbunuh. Hal itu bukan saja sebagai kekalahan perang kerajaan Dzungars, tetapi juga kehancuran bangsa Dzungars itu sendiri. Walaupun menurut perkiraan orang Cina pada abad ke 19, 40% dari bangsa Dzungars kemungkinan terbunuh oleh penyakit Syphilis.

Pada masa ini, pengaruh Mongol memasuki Tibet dan aliran buddha Tibet mulai tersebar di Mongolia. Qianlong lagi - lagi mengirimkan pasukan ke Tibet dan menetapkan Dalai Lama sebagai penguasa, dengan ketentuan Tibet adalah bagian dari kekuasaan Qing dan harus mengirimkan pajak dan upeti. Setelah itu, ekspansi militer ke Nepal dan Gurkhas menyebabkan kedua bangsa ini menyerah dan mengirimkan upeti kepada Qing.

Myanmar

Ekspansi militer Qing ke Myanmar (1765-1770) adalah perang yang sangat mahal yang harus dibayar oleh Dinasti Qing. Pada awalnya, Qianlong mengira akan dengan mudah memenangkan peran ini dalam satu serangan, karena dia menganggap Myanmar tidak lebih dari sebuah suku liar yang tidak memiliki kekuatan apapun. Setelah pasukan bendera hijau di Yunnan gagal menaklukkan Myanmar, Qianlong mengirim kan pasukan elit Manchu. Pasukan garis depan manchu harus berhadapan dengan hutan liar tropis serta berbagai penyakit menular. Bukan hanya satu persatu Jenderal Qing gagal menaklukkan Myanmar, akan tetapi pasukan Qing juga mengalami kehidupan yang sangat amat berat. Setelah peperangan selama empat tahun, panglima dari kedua belah pihak (Qing & Myanmar) setuju untuk mengakhiri perang pada tahun 1769 dengan hasilnya Qing gagal menaklukkan Myanmar dan mundur total. Qing menjaga ketat perbatasan Yunnan selama satu dekade, disamping itu menyiapkan perang lain dan memutuskan perdagangan selama dua dekade.

Vietnam

Kondisi di Vietnam juga tidak sesukses yang diharapkan. Pada tahun 1787, raja terakhir Dinasti Le, Le Chieu Thong mengungsi dari vietnam dan secara resmi meminta ditahtakan kembali di Thanglong (sekarang Hanoi). Kaisar Qianlong setuju dan mengirimkan pasukan dalam jumlah besar ke Vietnam untuk menyingkirkan Tay Son, petani pemberontak yang berhasil menguasai Vietnam. Ibukota Vietnam, Thanglong berhasil ditaklukkan pada tahun 1788 tetapi beberapa bulan kemudian, pasukan Qing dikalahkan dan invasi tersebut berubah keadaan ketika serangan tiba - tiba dari Nguyen Hue, orang kedua sekaligus orang yang paling intelek dari ketiga Tay Son bersaudara. Qing memberikan perlidungan kepada Raja le dan keluarganya, dan tidak menggangu Vietnam dalam kurun waktu 90 tahun berikutnya.


Qianlong berkuda dengan baju perang[sunting] Efek Perang
Secara keseluruhan ekspansi militer Qianlong menguasai jutaan meter kubik wilayah dan membawa orang - orang non-han-chinese seperti Uyghurs, Kazakstan, Kyrgyzstan, Evenks dan Mongolia yang kemungkinan tidak bersahabat. Ekspansi militer yang dilancarkan Qianlong, memakan biaya yang sangat banyak, dana dari kas kerajaan hampir semuanya dihabiskan untuk keperluan militer. Mungkin hal tersebut yang menyebabkan kemunduran Qing pada saat menghadapi ancaman dari negara barat, pasukan Qing tidak dapat mengembangkan dan meperbaharui senjata mereka.

Walaupun ada perang yang dimenangkan, tetapi sebenarnya tidak sesukses yang dibayangkan. Pasukan Qing mengalami kemunduran dan menghadapi kesulitan ketika menghadapi musuh. Daerah Jin Chuan baru berhasil ditaklukkan setelah 3 tahun, pasukan Qing dibantai habis - habisan sebelum Yue Zhongqi mengambil alih pasukan dan kemudian bisa mengontrol keadaan. Peperangan dengan bangsa Dzungars sangat sengit, dan menyebabkan kerugian berat pada kedua pihak.

Pada akhir masa peperangan, pasukan Qing melemah dengan tajam. Disamping itu, karena sistem militer yang lunak, para jenderal sangat menikmati kehidupan mereka. Sejak banyak perang dilancarkan, para jenderal melihat tidak alasan untuk melatih pasukan mereka, alhasil melemahnya kekuatan pasukan Qing pada masa akhir Qianlong. Hal ini merupakan alasan utama kekalahan militer melawan Sekte Teratai Putih, pada masa akhir pemerintahan Qianlong.



Memerintah 8 Oktober 1735 - 9 Februari 1796 (60 tahun, 124 hari)
Lahir : 25 September 1711, Kota Terlarang Beijing
Pendahulu Kaisar Yongzheng
Pengganti Kaisar Jiaqing

Pasangan :
Permaisuri Xiao Xian Chun
Permaisuri Ulanara
Permaisuri Xiao Yi Chun
Selir Hui Xian
Selir Chun Hui
Selir Qing Gong
Selir Ji Wen
Selir Shu Jia

Anak :
Pangeran Yonghuang
Pangeran Yonglian
Putri He Jing
Pangeran Yongzhang
Pangeran Yongqi (mirip dengan Wu A Ke di Putri HuanZhu)
Putri He Jia
Pangeran Yongzhong
PangeranYongxuan
Pangeran Yongxing
Pangeran Yongji
Putri He Jing
Pangeran Yong Yan
Pangeran Yonglin

Nah, itu tadi kisah Kaisar QianLong. Setelah lebih dalam berjalan di mesin pencari, ternyata kebanyakan serial televisa kerajaan, diambil dari kisah nyata tetapi dikemas dengan cerita fiksi. Artinya tokoh yang digunakan adalah nama raja asli, misalnya.
Nah, yang membuat saya yakin, di serial Putri HuanZhu terdapat Wu A Ke (Pangeran Kelima) dimana didalam cerita namanya adalah YongQI. Kemudian sering juga disebutkan Istana adalah Kota Terlarang, ini seperti kota kelahiran Kaisar QianLong.
Mungkin itu sudah menjawab pertanyaan saya yang diatas. Semoga informasi kisah pemerintahan Kaisar QianLong bisa menjadi pengetahuan yang berguna dan bermanfaat.

1 komentar:

  1. Kak, tau drmn klo Pangeran Yongqi (mirip dengan Wu A Ke di Putri HuanZhu)??
    ada foto aslinya??

    follow back yah :
    www.inlittleangel.blogspot.com

    tanx..

    BalasHapus