When you want something, all the Universe conspires in helping you to achieve it - Paulo Coelho, The Alchemist
Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Februari 2019

Setelah setahun lamanya, akhirnya GW posting lagi!!! Sa Cap Meh, Tradisi Imlek

Welcome back guys! Akhirnya gw posting juga setelah selama 2018 gak ada satu tulisan pun yang naik di blog ini.
Eh... taunya udah 2019 aja. Nah, saat ini, saat gw lagi ngetik postingan ini, jam baru saja lewat 1 pagi. Itu tandanya imlek hari pertaa baru saja datang menyapa. Dan gw terpikir tentang perayaan Sa Cap Meh.

Gak usah gw bahas lah ya sehari sebelum imlek itu ngapain aja. Udah pasti lah kumpul keluarga, makan-makan, selfie2 kalau pengen. Yang ingin gw bahas yaitu soal makan. ya makan.

Sehari sebelum imlek tepatnya sa cap meh di siang harinya, ada satu tradisi sembahyang leluhur. Artinya kurang lebih seperti penghormatan dan

Selasa, 28 Maret 2017

Review Novel Mira W : Kereta Api Terakhir Dari Paris

Sampai kapanpun. Biarpun seluruh rambutku telah memutih, sekujur hatiku memerah digenangi darah, aku akan tetap menunggumu. - Aster

Judul     : Kereta Api Terakhir dari Paris
Penulis   : Mira W
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Halaman : 313

SINOPSIS :

Cinta mereka yang bersemi sejak SMA begitu murni.

Namun alam seolah berkolusi memisahkan mereka. Petaka dan cobaan silih berganti menerjang.

Sahabat yang senantiasa dibela dari perundungan sejak SMA membuat malam pesta bujangannya berubah menjadi malapetaka.

Pelarian, pengkhianatan bahkan kecelakaan dan pembunuhan meronai kisah cinta mereka. Nau sedahsyat apa pun guncangan, cinta mereka tetap tegak sekokoh Menara Eiffel.

Review Novel Tere Liye : Tentang Kamu

Terima kasih. Aku tidak akan menangis karena sesuatu telah berakhir, tapi aku akan tersenyum karena sesuatu itu pernah terjadi. Karena dicintai begitu dalam oleh orang lain akan memberikan kita kekuatan, sementara mencintai orang lain dengan sungguh-sungguh akan memberikan kita keberanian. – Sri Ningsih.

Judul         :       Tentang Kamu
Penulis       :       Tere Liye
Penerbit     :       Republika Penerbit
Halaman    :       524 Halaman
    

SINOPSIS :

Sabtu, 25 Maret 2017

Aplikasi Chatting, Media Sosial Jamannya Gue

Tiap tahun, selalu saja ada yang baru di dunia teknologi. Hal yang paling sederhana aja, coba kamu, kamu cek di App store atau Play store. Saya bisa pastikan, selalu aja ada aplikasi terbaru dan ter-update. Apalagi saat ini, Era Milenial makin gokil abiss. Encer aja otaknya kalau berurusan sama internet.


Tapi coba kita berkaca belasan tahun yang lalu. Saat itu Era 90-an yang jadi raja dari segala raja anak muda. Belum ada promo internet yang berjamur. Internet-an kalau enggak di warnet, ya masang dial-up dirumah. Pake kabel telepon buat koneksi internet.

Kalau saat ini yang lagi booming, ada Whatsapp, BBM, Twitter, Vlogging, youtubing, dan lain sebagainya. Dulu juga ada aplikasi chatting dan sosmed yang seru pada jamannya.
Mari saya bahas satu per satu, apa saja yang pernah saya cobain dan rasakan.

Minggu, 01 Januari 2017

Bersahabat dengan Yang Beda Agama

Hidup beraneka ragam itu indah. Tapi justru karena beraneka ragam, sering muncul perdebatan hingga kerusuhan. Sebut saja Agama. Jika kita membahas agama hanya ada dua perkara. Jika tidak ada sikap toleransi, maka yang muncul adalah ketidakpuasan yang bisa menyebabkan kerusuhan.

Terkadang yang sering saya pertanyakan adalah, apakah harus kita membicarakan agama kita yang paling benar di dalam sebuah persahabatan.
Saya sering kali tersinggung ketika itu terjadi. Dalam pertemanan, saya berusaha untuk tidak mengungkit soal perbedaan agama. Karena menurut saya, setiap manusia memiliki pandangan berbeda tentang agamanya.

Tetapi saya juga tidak bisa menutup mulut teman-teman yang membahas soal agama. Semisal mengajak saya untuk ikut beribadah ke rumah ibadahnya. Itu tidak menjadi masalah untuk saya. Ketika mereka terus-terusan meminta saya, walau tetap saja saya menolak dengan halus.

Yang membuat saya tersinggung adalah kalimat ajaib yang entah belajar dari sekolah mana. "Orang bijak pandai memilih mana yang terbaik." Atau "Gak apa2 kalau tidak ke rumah ibadah agamaku. Tapi jika suatu saat anda meninggal atau anda dalam kesusahan, jangan salahkan saya tidak mengingatkan."
Wah, saya yakin jika anda di posisi saya, entah harus mengatakan apa pada sahabat anda.
Kata-kata itu seolah berkesan, saya tidak bijak dengan pilihan agama saya sekarang. Ataupun jika saya kesusahan itu tidak akan menjadi masalah anda. tapi itu masalah saya sendiri. Jadi anda tidak perlu merasa di salahkan nantinya.

Saya sangat menghargai persahabatan ini. 

Saya yakin, semua orang yang belajar agama, pasti di ajarkan saling menghormati dan tidak menjudge agama orang lain dengan kata-kata bijak anda. Tunjukanlah kalau kita ini orang yang beragama.

Sabtu, 09 April 2016

Marah...

"Speak when you are angry, and you'll make the best speech you'll ever regret."

Satu kutipan bagus Dr. Laurence J. Peter. Jika dikilas balik, saya sering kali mudah marah pada hal-hal kecil selama satu tahun belakangan ini. Sering kali melontarkan kata-kata yang mungkin saja sudah menyinggung orang lain. Ketika saya menyadari kebiasaan buruk mulai ada dalam hidupku yang belum setengah abad ini, ingin rasanya melakukan perbaikan. Tetapi ini bukanlah hal yang mudah.
Beberapa kali saya mencoba belajar diam, bukan untuk menunjukkan bahwa saya itu sedang marah. Tetapi lebih tidak ingin memperpanjang masalah. Bukan menjadi lebih baik, tapi saya malah di cap sedang marah ketika diam. Lalu apa yang harus dilakukan??

Jujur saja, kalian pasti pernah mengalami hal seperti ini. Bahkan ada yang lebih parah, ketika di senggol sedikit mungkin saja bisa di terkam. Banyak faktor yang bisa saja terjadi ketika seseorang marah. Mungkin saja

Rabu, 30 Desember 2015

Momen 2015

Baru saja saya mengecek Instagram dan melihat salah satu situs yang memberikan sembilan foto terbaik di Instagram pada salah satu postingan teman saya. Karena merasa hal ini menarik, saya kemudian mencobanya. Foto-foto yang diambil berdasarkan jumlah like dan popularitas foto kita di IG.

Kemudian jika melihat kembali fenomena akhir tahun yang selalu terjadi, seperti membuat kaleidoskop dan lain sebagainya, maka #2015bestnine untuk Instagram yang saya katakan di atas adalah

Minggu, 06 September 2015

Kursus Online Gratis Tentang Broadcasting di IndonesiaX

Kira-kira satu minggu yang lalu, saya resmi mendaftarkan diri di IndonesiaX, satu organisasi non-profit yang menawarkan kursus online gratis dari universitas dan institusi terbaik. Awalnya kurang lebih satu bulan yang lalu, saya melihat satu tweet di twitter tentang kursus online yang dibawakan oleh Wishnutama, seorang CEO NET. Kursus online yang akan di bawakan oleh Pak Wishnutama adalah tentang pengenalan dunia broadcasting. Saya cukup tertarik dengan hal itu. Tetapi saat itu saya sedang sibuk mengurus pasca sidang skripsi saya dan juga agak tidak percaya dengan kebenaran tweet tersebut, saya pun menghiraukannya.

Kemudian saya melihat tweet tersebut lagi muncul dari twitter resmi CEO NET
tersebut,dan saat itu juga saya membuka website IndonexiaX untuk mengenal lebih jauh lagi mengenai kursus ini. Sebenarnya topik yang akan dibawakan yang membuat saya

Sabtu, 01 Agustus 2015

Inikah sikap orang-orang Indonesia??

Hei sahabat! Tau gak sih kalau negara kita tercinta, Indonesia, sedang di sorot oleh mata dunia. Berbagai karya anak bangsa sudah menorehkan sejumlah prestasi dan membanggakan nama negara dengan berbagai tanggapan positif. Itu adalah hal besar yang patut di beri penghargaan.
Namun hari ini, saya tersentil untuk berbagi sedikit cerita tentang apa yang terjadi hari ini. Bukan tentang prestasi dan karya anak bangsa. Tetapi masih diperlukannya kesadaran dari sebagian orang-orang yang ada di Indonesia untuk tau beretika dan sopan santun.

Hari ini saya, ibu dan adik saya baru saja keluar dari salah satu mall di jalan Gatsu. Ketika membandingkan harga naik angkot dan naik becak motor, kami memutuskan untuk pulang menggunakan becak motor walau lebih mahal sedikit daripada harus berdesak-desakkan di angkot.
Ketika berhenti di salah satu becak motor dan mulai menanyakan harga. Abang becak motor ini membuka harga 25.000. Mungkin karena berharap bisa dapat untung banyak, tidak ada becak motor yang mulai membuka harga jasanya dengan harga sebenarnya di pasaran.

Karena merasa mahal, kami pun batal untuk becak motor yang satu ini. Pengendara becak motor ini ngotot meminta kami menawar tanpa menjawab ketika kami meminta harga sebenarnya. Karena sedikit kesal, adik saya langsung saja mengatakan harga 12.000. Dalam artian dengan sopan menjawab keinginan becak motor. Karena jawaban adik saya yang ingin semurah-murahnya, abang becak motor ini pun kesal. Dan mengatakan dengan suara yang cukup keras kepada pengendara-pengendara becak lainnya yang parkir berjejer karena sepi penumpang.
Teriakannya itu dilakukan dengan sengaja.

Menurut saya, abang becak motor yang satu ini terlalu ngotot dan tidak sopan terhadap calon penumpang. Dimana ketika meminta untuk membuka harga yang sebenarnya malah menolak. Dan ketika penumpang yang mencoba mengatakan harga yang diinginkan malah marah. Jadi apa maunya abang becak ini.

Masih di jalan yang sama tetapi sudah sedikit jauh dari lokasi becak motor pertama. Hal serupa juga kembali terjadi. tetapi kali ini, abang becak motor itu sungguh tidak beretiket. Padahal kami mengatakan harga standar yang sudah seharusnya. Bukan celetukan 12.000 tadi ataupun dibawah dari itu. Namun, abang becak motor itu malah berkata kotor.

Saya tidak menyalahkan para pengemudi becak motor. Tetapi saya lebih kecewa pada pendidikan dasar dari sebagian manusia-manusia di Indonesia ini. Saya bukan orang yang sangat sopan ataupun dewa kesopanan. Tetapi sedikitnya saya tahu gimana cara-cara bersopan santun yang baik, bertata krama yang baik.

Prestasi ataupun keharuman nama Indonesia di luar, tidak pernah lengkap tanpa attitude yang baik dari warga negaranya.


Rabu, 15 Juli 2015

Sebuah Pencapaian

Setelah sidang
15 Juli 2015, It's my memorable date. Lulus dengan gelar S.Kom bersama 3 teman lainnya. Hari dimulai dari bangun kepagian karena teringat terus dengan yang namanya meja hijau, datang kepagian ke kampus, waktu sidang yang telat dari jam yang di tentukan dan harus menunggu gilaran untuk berada di dalam berhadapan dengan tiga dosen penguji. Dilanjutkan dengan penantian kembali untuk menunggu hasil lulus atau tidak. Dan mungkin saya harus bersyukur bisa meraih nilai B, walau dalam hati menginginkan lebih.

Okay, I think it's just a dream. But I realize, this is real. Surat berisi password alumni STMIK IBBI Medan sudah ada di tangan. Masih teringat ketika SMA, sudah di ingatkan oleh sang bunda, bahwa dirinya hanya akan mengeluarkan uang awal untuk kuliah. Dan saya sendiri harus berjuang untuk menyelesaikan

Kamis, 09 Juli 2015

Idealis dan Egois : Sama - sama memiliki prinsip tapi berbeda

Bicara tentang orang yang memegang teguh idealisme dan orang yang memiliki egoisme bisa di katakan sangat berkaitan erat. Setelah beberapa waktu berada di dunia kerja, membuat saya semakin mengenal beberapa sifat orang yang katanya "sosok seorang idealis", tetapi tanpa sadar idealismenya berubah menjadi egoisme.

Seringkali orang - orang menganggap bahwa setiap keputusannya adalah benar, mengikuti apa yang diputuskannya pasti tidak salah, dan bahkan harus mengikuti keputusannya itu agar mendapat hasil yang baik. Karena menurut segelintir orang - orang tersebut, keputusan atau sikap yang di ambil adalah

Rabu, 27 Mei 2015

108 Kata Perenungan Master Cheng Yen (Tzu Chi) 1

Kurang lebih 6-7 tahun yang lalu, saya memiliki sebuah kartu yang berisi kata perenungan dari Tzu Chi. Kartu itu didapat ketika adik dan ibu saya menghadiri acara akhir tahun yang di selenggarakan oleh organisasi yayasan buddha Tzu Chi. Saya sendiri merasa 108 buah kata perenungan yang ada pada kartu itu sangat bagus. Tetapi ini hanyalah selembar kartu yang jika tidak di terapkan, maka tidak akan ada manfaatnya.
Saya sendiri juga merasa belum mampu melakukan baik 75% dari isi

Minggu, 08 Maret 2015

" Friend " on My Corner

Ketika sedang browsing, saya menemukan beberapa artikel seputar pertemanan dan persahabatan. Kemudian pikiran saya melayang pada kejadian 2011 lalu, ketika saya masih berada dibangku SMA. Saat itu, kami, (saya dan teman - teman kelas) sedang bermain True or Dare (Jujur atau Tantangan). Hingga tiba pada giliran saya, dengan mengambil opsi True, saya dilemparkan satu pertanyaan dari teman kelas saya waktu itu. Saya diwajibkan untuk berkata jujur.

Pertanyaan itu adalah, "Apakah saya merasa di manfaatkan oleh teman - teman sekeliling saya? Didekati ketika butuh, dan menjauh ketika tidak butuh.".  Sejenak saya diam dan berpikir, apa saya harus jujur di depan teman - teman saya ini??

Kamis, 05 Maret 2015

Sedikit Banyak Tentang Zombie



Malam hari ditemani secangkir cokelat panas. Mungkin inilah yang di namakan sedang bersantai. Bersantai atas segala aktivitas seharian yang cukup padat disertai musim panas yang sudah menyambut di awal bulan Maret. Karena sedang bersantai inilah, terpikir sebuah topik menarik untuk postingan pertama bulan Maret. Satu kata yaitu, Zombie.

Siapa sih yang tidak tahu Zombie? Saya rasa semua pasti tau apa itu Zombie. Biasanya Zombie disebut dengan mayat hidup yang tidak memiliki pikiran, pergerakan lambat, jalan terseok - seok dan bisa seperti orang gila ketika melihat daging segar dan otak manusia.

Konon, Cerita tentang Zombie dimulai pada tahun 1962 di Haiti. Seorang pria yang bernama Clairvius Narcisse dijual kepada salah satu Dukun Voodoo oleh saudara laki-lakinya, karena menolak untuk menjual bagian warisannya berupa tanah keluarga. Segera saja Clairvius dibuat meninggal

Jumat, 20 Februari 2015

Kisah Sebuah Serbuk Pahit : Hati Adalah Wadah


Ada seorang tua bijak didatangi seorang pemuda yg sedang dirundung problem dan masalah.
Tanpa membuang waktu pemuda itu langsung menceritakan semua masalahnya.
Pak tua bijak hanya mendengarkan dgn seksama, lalu ia mengambil segenggam serbuk pahit & meminta anak muda itu u/ mengambil segelas air.
Ditaburkannya serbuk pahit itu ke dalam gelas & di aduk perlahan,
“Coba minum ini & katakan bagaimana rasanya?” ujar Pak tua
“Pahit sekali” jawab Pemuda itu

Kisah Patung dan Pondasi

Alkisah di sebuah kota, berdirilah sebuah patung yang sangat indah, yang merupakan karya besar seorang seniman hebat pada masanya. Keindahan patung tersebut mengundang decak kagum orang-orang yang melihatnya.
Berbagai pujian terhadap keindahannya yang seakan mengalir tanpa henti membuat patung tersebut merasa bangga atas keberadaan dirinya. Semakin banyaknya pujian yang ditujukan kepadanya, membuat rasa bangga dalam diri patung tersebut berkembang menjadi sikap sombong.
 

“Lihatlah wahai pondasi, keindahan yang terpancar dari bentuk diriku ini menimbulkan kekaguman dari orang-orang yang melihatnya” kata patung tersebut kepada pondasinya.

Rabu, 18 Februari 2015

Mengubah Kebiasaan Buruk Menjadi Resolusi Kehidupan

Beberapa jam menuju tahun baru Imlek. Pergantian tahun Kuda menuju tahun Kambing. Sama halnya seperti tahun baru Masehi. Semua orang memilik resolusi untuk setiap tahun baru. Biasanya resolusi yang dilontarkan, selain target, harapan untuk menjadi manusia yang lebih baik juga menyertai resolusi setiap orang.

Bagaimana untuk menjadi manusia yang lebih baik? Disini saya juga sedang belajar. Satu poin penting. 'Kebiasan', salah satu hal poin penting tersebut. Kebiasaan seseorang akan selalu terekam dalam alam bawah sadar, baik itu kebiasan baik maupun kebiasaan buruk. Karena hidup kita dikendalikan oleh alam bawah sadar, maka kita akan sulit mengubah kebiasaan buruk.

Rabu, 31 Desember 2014

Tulisan Tanpa Arti

Kurang lebih 3 jam dari sekarang, tahun 2014 akan segera berakhir. Berbagai peristiwa telah mewarnai seluruh lapisan dunia. Bahkan hingga setiap bagian terkecil dari kehidupan kita dalam setahun ini merupakan kepingan masa lalu 2014.

Kamis, 25 Desember 2014

Sharing 2014

Setiap manusia sudah diwajibkan untuk melewati setiap detik dalam dimensi kehidupannya. Di dunia ini, dimensi kehidupan ada dua. Ketika saya sedang duduk dan mengetik di depan laptop, ini adalah dimensi Fisikal. Dan ketika saya mulai berpikir dan mengeluarkan ide, kemudian dituangkan dalam tulisan, maka saya tengah menjajal dimensi Spiritual.

Hal - hal kecil yang saya lakukan merupakan sebagian kecil waktu yang saya habiskan untuk dimensi kehidupan saya sendiri. Rentetan kejadian kecil dan kemudian tersusun oleh kejadian peristiwa besar yang dihadiahkan oleh tuhan kemudian berubah menjadi sejarah. Setelah melewati satu per satu hal yang telah menjadi sejarah tersebut, maka untuk manusia arif dan sadar, akan menjadikan kejadian tersebut sebagai pelajaran, hikmah, kenangan, memori dan berbagai penyebutan sejenis lainnya.

2014 pasti berakhir dalam seminggu ini, untuk menyambut tahun baru 2015, kita perlu melihat kembali, apa saja yang telah kira alami di tahun 2014. Baik untuk menjadikannya sebagai pelajaran, hikmah, memori, atau pun kenangan.

Untuk tulisan kali ini, saya akan sedikit berbagi beberapa hal untuk tahun 2014.

Rabu, 22 Oktober 2014

Pengalaman pertama di dunia iklan 'Amatiran'


Satu hal yang ingin membuatku kembali menorehkan ketikan di blog ini. Yaitu satu bahan cerita. Dari kemarin sudah rencana kalau postingan tahun ini harus lebih banyak dari tahun sebelumnya. Tapi nasi sudah jadi bubur, tinggal di santap saja. Sudah bulan Oktober, baru dapat sedikit postingan. (Oke, bukan itu yang mau dibahas).

Sebelum masuk dan menyerempet judul yang menurutku cukup mengkhawatirkan di atas, saya ingin sedikit berbagi. Dulu, sejak SMP, saya selalu berpikir gimana sih proses yang terjadi dalam sebuah tayangan. kok bisa, ada opening di sinetron, gimana sih cari ngeditnya. kok bisa muncul