When you want something, all the Universe conspires in helping you to achieve it - Paulo Coelho, The Alchemist
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Agustus 2013

Puisi dalam Film Ada Apa Dengan Cinta ?

Pada ingat sama Film yang menjadi salah satu pendorong kembali bangkitnya dunia perfilman Indonesia pada tahun 2002 ini??

Ada Apa Dengan Cinta ?
Film yang mendapuk Dian Sastro dan Nicholas Saputra, 11 tahun silam ini menyisahkan kisah tersendiri. Pertemuan Cinta dengan Rangga melalui sebuah ajang puisi tahunan di SMA mereka. Ada 3 puisi yang muncul dalam film ini. Dan Puisi - puisi ini dikenang dan pasti diingat oleh penggemar film ini.

Sabtu, 29 September 2012

Album Romansa Masa Muda

Beberapa kelopak bunga terjatuh diatas sebuah bukuMawar merah kurasakan wangi semerbak
Tak ingin ku merusak momentum yang patut direkam
Tanpa kamera untuk mengabadikan gambar
Hanya hati dan otakku yang merekam segala momen yang patut terekam
Menjadikannya album romansa masa muda
Jika teringat dirimu beberapa tahun silam
Di kala muda....
Apa sekarang kita masih yang dulu??
Mungkin hanya puisi ini yang mampu menjawab
Tidak...
Kita telah berubah
Bukan hati yang merekam semua kenangan yang patut terekam
Dan bukan otak yang mampu menyimpan album romansa muda yang patut direkam
Engkau, Aku....
Terpisah oleh satu kata, Mereka..
Hidupmu yang baru, juga hidupku yang baru
Sesungguhnya yang sempurna untuk hidupku sekarang
Tak akan pernah terhapus walau sudah tidak seperti dahulu
Album romansa masa muda yang pernah menjadi bagian sejarahku.....
x

Minggu, 23 September 2012

Bintang Terindah

Terasa angin tersingkap masuk kedalam tubuhku
Merasakan semilir sisa senja ketika matahari tenggelam
Bukan malam kelam...
Jika kamu bersedia menjadi bintang terindah untukku
Ingin merasakan betapa besar topan badai menyerang
Dahsyat... Sakit... dan Menderita... terus mendera
Jika waktu berhenti berdetak
Ingin mengajaknya berteman dengan masa laluku
Membawa segenggam detik menuju masa dimana kita satu
Menuju dimana kita suka, canda dan tawa
Aku ingin kita bersama kembali


Setelah berpikir, waktu itu kejam
Sungguh - sungguh kejam...
Awal suka ingin mengajaknya berteman mengarungi masa laluku
Dia enggan dan menolak
Membuat setiap kepingan dan potongan memori itu lebur
Bersama bara, percikan api yang membakar seluruh rekaman itu
Waktu dulu...
Waktu menjadi binta terindah untukku.