Berbicara mengenai sifat-sifat manusia sungguh ajaib. Dan melalui lingkungan, kita bisa belajar banyak tetang sifat-sifat manusia yang ajaib.
Kemarin sore kebetulan saya mendengar satu siaran radio. Ada satu cerita menarik dari siaran radio. Saya persingkat saja tetang apa yang di ceritakan di radio itu.
Melalui siaran itu, sifat manusia diibaratkan sama seperti kepiting.
Suatu kali di pantai,seperti biasanya, para nelayan menangkap kepiting untuk menyambung hidup. Hidup kepiting di tentukan oleh nelayan. Ketika nelayan selesai dengan tangkapannya, hal pertama adalah kepiting-kepiting yang ditangkap akan menjadi santapan makan keluarga nelayan di hari itu.
Kemudian untuk sebagian kepiting akan di jual untuk menyambung hidup nelayan. Sesuatu yang unik terjadi. Semua kepiting-kepiting yang di tangkap oleh nelayan di letakan di sebuah baskom berisi air tanpa di beri penutup.
Mengapa itu terjadi? Apakah nelayan tidak takut jika tangkapannya akan lari dari baskom?
Jika Anda menunggu untuk melakukan segala sesuatu sampai Anda yakin benar, Anda mungkin tidak akan pernah melakukan apa-apa...
Minggu, 01 Januari 2017
Bersahabat dengan Yang Beda Agama
Hidup beraneka ragam itu indah. Tapi justru karena beraneka ragam, sering muncul perdebatan hingga kerusuhan. Sebut saja Agama. Jika kita membahas agama hanya ada dua perkara. Jika tidak ada sikap toleransi, maka yang muncul adalah ketidakpuasan yang bisa menyebabkan kerusuhan.
Terkadang yang sering saya pertanyakan adalah, apakah harus kita membicarakan agama kita yang paling benar di dalam sebuah persahabatan.
Saya sering kali tersinggung ketika itu terjadi. Dalam pertemanan, saya berusaha untuk tidak mengungkit soal perbedaan agama. Karena menurut saya, setiap manusia memiliki pandangan berbeda tentang agamanya.
Tetapi saya juga tidak bisa menutup mulut teman-teman yang membahas soal agama. Semisal mengajak saya untuk ikut beribadah ke rumah ibadahnya. Itu tidak menjadi masalah untuk saya. Ketika mereka terus-terusan meminta saya, walau tetap saja saya menolak dengan halus.
Yang membuat saya tersinggung adalah kalimat ajaib yang entah belajar dari sekolah mana. "Orang bijak pandai memilih mana yang terbaik." Atau "Gak apa2 kalau tidak ke rumah ibadah agamaku. Tapi jika suatu saat anda meninggal atau anda dalam kesusahan, jangan salahkan saya tidak mengingatkan."
Wah, saya yakin jika anda di posisi saya, entah harus mengatakan apa pada sahabat anda.
Kata-kata itu seolah berkesan, saya tidak bijak dengan pilihan agama saya sekarang. Ataupun jika saya kesusahan itu tidak akan menjadi masalah anda. tapi itu masalah saya sendiri. Jadi anda tidak perlu merasa di salahkan nantinya.
Saya sangat menghargai persahabatan ini.
Saya yakin, semua orang yang belajar agama, pasti di ajarkan saling menghormati dan tidak menjudge agama orang lain dengan kata-kata bijak anda. Tunjukanlah kalau kita ini orang yang beragama.
Minggu, 31 Juli 2016
Golden Memories Indosiar : Banyak Kenangan Dalam Lagu
Tepat dua minggu lalu, Saya menyalakan televisi setelah sekian lama vakum dari dunia nonton tv. Dan tanpa di sengaja layar kaca Indosiar muncul pertama kali setelah di nyalakan. Saat itu 'Golden Memories' baru saja opening. Dimana beberapa orang penyanyi senior tengah melantunkan lagu-lagu lawas.
Untuk saya yang lahir di tahun 90-an dan pernah mendengar lagu-lagu lawas yang lagi di dendangkan saat itu merasa acara ini cukup unik. Padahal saya belum tau itu acara judulnya apa, konsepnya apa.
Setelah menonton dua hari berturut-turut, ternyata acara yang saya tonton tanpa sengaja adalah Golden Memories, acara pencarian bakat terbaru yang di usung oleh stasiun televisi berlogo ikan terbang ini.
Golden Memories adalah acara pencarian bakat menyanyi lagu lawas kisaran tahun 70-an hingga 2000-an.
Minggu, 24 Juli 2016
Berkunjung Wisata Gereja Santa Maria Annai Velangkani dan Penangkaran Taman Buaya Asam Kumbang Medan
Halo Guys!! Saya kembali memposting sesuatu. Kali ini tentang berkeliling daerah Sunggal, Medan selama 7 jam. Dan ini pertama kalinya, setelah hidup 22 tahun di kota Medan, saya main di dua tujuan wisata kota Medan yang cukup ikonik.
Karena satu alasan, akhirnya kami (saya dan dua sohib saya) memutuskan menghabiskan waktu setelah pulang kerja sekitar jam 12 siang. Planning sudah di susun. Pertama kami mengisi perut yang sudah lapar di tengah hari tadi. Berjalan dengan motor menyusuri jalan Ring Road, akhirnya kami sampai di satu tempat makan dengan menu spesial ayam bakar. Saya lupa tempat makanya apa tapi recommended banget deh. Rasanya maknyoss.
Setelah mengisi perut, kami menuju Jalan Bunga Sakura III. Di Jalan Bunga Sakura III, jika kita masuk melalui jalan Bunga Raya, terdapat Pelang 'Komplek Perumahan Taman Sakura Indah', maka letak Gereja Santa Maria Annai Velangkani ada di sebelah kiri dari Jalan masuk Pelang tersebut.
Minggu, 10 Juli 2016
If You Know Why 'Recommended on Wattpad"
Hai Guys, udah lama gak posting nih. Belakangan ini agak sibuk nonton serial Chinese Hero Zhao Yun. Tepat nonton di episode 49, saya mentok dan males melanda untuk lanjut nonton. Karena libur lebaran yang cukup panjang, Saya mencoba untuk membuka wattpad yang sudah lama tidak saya buka.
Karena bingung mau baca cerita apa, muncullah sebuah judul 'If You Know Why" yang berjejer dengan cerita-cerita lain.
![]() |
| Cover 'If You Know Why' |
Seperti biasa, saya pasti akan membaca deskripsi atau sinopsis singkat kemudian memutuskan apakah cerita yang satu ini wajib dilanjutkan atau cari cerita lain.
Setelah sabtu siang kemarin saya mulai baca beberapa part, saya seperti ditarik oleh magnet cerita yang kuat. Dan kelar baca cerita ini hari Minggu, tepatnya 10 menit yang lalu ketika saya mengetik artikel ini.
Ya... Penulis yang namanya Indri ini sangat luar biasa. Cerita dengan total 62 Part termasuk prolog, epilog, dan flasback berhasil membuat mata saya kabur karena seharian sabtu dan minggu ngotot buat kelarin baca nih cerita.
Sebelumnya, kalau Indri sempat baca (setelah saya kasih link ini tentunya ke dia) saya cuma ingin ngasih tau tujuan saya buat artikel ini. Murni karena saya suka ceritanya dan karena saya suka ceritanya, maka saya kepo untuk berbagi sedikit kekurangan dan banyak kelebihan menurut pandangan saya setelah baca cerita ini.
Kamis, 02 Juni 2016
Sabtu Bersama Bapak : 5 Video Bapak tentang Kehidupan
Sudah sekiranya setahun ini, saya selalu saja melewatkan beberapa novel yang seharusnya sudah ku miliki. Sebut saja Tetralogi 4 musim Ilana Tan. Dan sekarang Novelnya Adhitya Mulia, 'Sabtu Bersama Bapak'. Well, daripada enggak sama sekali, lebih baik TELAT.
'Sabtu Bersama Bapak', mengingat di novel ini ada kata 'Bapak', mungkin saja kalangan anak muda penikmat novel akan susah mengocek kantong untuk buku yang satu ini dan memilih novel lain yang lebih menarik. Terlalu tua atau mungkin takut isinya membosankan. Dan itu pernah terlintas di pikiran saya ketika dua kali melewatkannya di rak toko buku.
Satu hal yang buat saya memilih novel ini sebagai bacaan pada akhirnya, karena cover yang tidak biasa. Seperti lukisan keluarga, Dua anak dengan istri masing-masing dan seorang ibu serta ada sosok bapak di dalam sebuah televisi.
Mengapa begitu?
Ya, karena cover tersebut adalah poster untuk film. Novel ini akan di filmkan. Dan saya sudah melihat trailernya sewaktu nonton 'My Stupid Boss'. Ekspektasi saya tinggi setelah menyelesaikan novel ini kemudian menonton trailernya.
Minggu, 22 Mei 2016
Ilana Tan dan Tetralogi Empat Musim
Sekitar satu bulan yang lalu saya memborong 4 Novel Ilana Tan yang di depan cover novelnya selalu menggadang-gadangkan Ilana Tan sebagai sosok pengarang Novel Mega Best Seller. Bukan tidak sengaja saya membeli Tetralogi empat musimnya. Berawal dari Novel Sunshines Becomes You yang saya beli dan telah selesai baca dua bulan yang lalu, membuat saya ingin mengetahui siapa novelisnya.
Ya, tentu saja mudah untuk mencari tahu seorang penulis novel di internet. Dengan membalik cover belakang novel, biasa sudah terlihat biografi sang novelis. Berbeda dengan Ilana Tan. Tidak ada satu pun info yang bisa di temui di cover novel bahkan melalui google sekalipun. Ah, masa bodo ya. Semisterius apapun Ilana Tan, yang utama dan pertama itu karyanya.
Langganan:
Postingan (Atom)


